S1, S2 dan S3

Tanggapan sebagian orang mendengar kata kuliah Doktor atau Ph.D pasti bermacam-macam dan berakhir dengan kata susah. Jika proses tidaklah demikian, karena biaya yang paling susah. (Lol)

Suasana Sidang Laporan Hasil Penelitian Tesis

Ada juga yang selalu salah mengira, bahwa kuliah Doktor dan Ph.D harus membuat teori baru. Dugaan seperti itu sedikit keliru. Supaya tidak salah paham, simak pemaparan singkat berikut ini.

Pengertian Kuliah

Sederhananya kuliah adalah proses belajar mengajar suatu bidang ilmu di perguruan tinggi berupa akademi, Sekolah Tinggi, Institut dan Universitas. Jadi kuliah itu belajar, hanya beda tempat.

Kuliah adalah belajar tapi ditambah kata beban (beban studi) jadi mahasiswa akan belajar dan menempuh beban yang tercantum dalam angka kredit atau sering disebut SKS/Satuan Kredit Semester (Jumlah beban jam belajar tiap mata kuliah).

Berbeda dengan di sekolah, saat selesai kuliah bloggers akan mendapatkan gelar di belakang nama yang tercatat pada Ijazah seperti Sarjana Pendidikan (S.Pd) apabila bloggers memilih studi ilmu kependidikan jenjang S1.

Perbedaan Kuliah S1, S2 dan S3

Secara normatif S1, S2 dan S3 paling kontras perbedaanya, seperti yang sudah dijelaskan di atas kuliah adalah memenuhi beban belajar/ satuan kredit semester dan berbeda jumlahnya di setiap jenjang. Di Indonesia, jumlah SKS jenjang S1 adalah 144-160, jumlah SKS jenjang S2 adalah 36, dan jumlah SKS jenjang S3 adalah 48.

Persamaan Kuliah S1, S2 dan S3

Jenjang apa pun yang ditempuh, pasti membuat laporan akhir ilmiah yang penyebutannya berbeda tetapi isi di dalamnya 100% sama. Skripsi untuk S1, Tesis untuk S2 dan Disertasi untuk S3.

Kenapa? karena dalam sistematika penulisan karya ilmiah tersebut punya ciri yang sama yakni; masing-masing memiliki latar belakang penelitian, teori yang mendukung penelitian nanti dan tentunya metode yang dipakai dalam meneliti. Dibilang susah itu relatif tergantung tujuan dan sifat penelitian seperti apa, karena setiap bidang ilmu itu berbeda.

Umumnya teori baru yang dimaksud lebih ke arah membuktikan, mengkonfirmasi dan mengembangkan, misalnya ada teori awal menyatakan bahwa Darah Manusia berwarna merah karena mengandung zat a. Lima tahun kemudian dilakukanlah penelitian bahwa darah ketika dicampur alkohol, berubah warna menjadi cokelat karena zat a tadi mengalami kerusakan.

Peneliti yang melakukan penelitian dari teori yang sudah ada tadi menemukan fakta lain alih-alih menemukan teori baru pada dasarnya penelitian berangkat pada teori awal yaitu darah berwarna merah karna terdapat zat a bukan menciptakan darah yang baru. Praktisnya bagi saya disebut menemukan bukan menciptakan. Karena menemukan kegiatan mencari sesuatu, sedangkan menciptakan adalah kegiatan yang berusaha membuat sesuatu yang baru yang belum pernah ada.

Itulah pemaparan singkat dari saya. Semoga membantu ya bloggers.